Semua orang suka dengan kota Bandung.
Apakah yang membuat orang rela bepergian pulang hari demi kota Bandung?
Wisata kuliner-nya kah?
Udara-nya kah?
Panorama-nya kah?
Wisata belanja-nya kah?
Keramah-tamahan-nya kah?
Pelayanan-nya kah?
Atau yang lain?
Sepertinya semuanya ada di Bandung. tetapi, Bandung yang dulu dengan Bandung sekarang berbeda sekali. Bandung tempat saya menghabiskan masa kanak-kanak saya selama liburan sekolah 15-16 tahun lalu sangatlah berbeda dibanding Bandung masa kini. dulu, saya masih ingat dengan jelas Jalan Braga yang belum terlalu ramai sangatlah rindang dan nyaman untuk dijalani. terlebih disekitar Hotel Panghegar, belum ada keramaian yang berarti. yang ada hanyalah beberapa kendaraan bermotor yang lewat. plus pejalan kaki dan pesepeda yang lewat. Hotel Grand Preanger dan Savoy Homann menjadi tempat langganan saya menginap sebelum akhirnya bermunculan hotel2 sekelas lainnya (red.franchise luar maupun lokal) yang mampu membuat semua orang berduyun-duyun tinggal di Bandung. sebelum pembangunan gedung2 yang disulap menjadi pusat perbelanjaan (ingat Kings sebelum dibangun gedung parkir???) Bandung sangatlah menawan dari setiap sisi. bahkan, jika saya ingin ke Lembang atau daerah Setiabudhi untuk bersantap di Venezia Cafe (sekarang sudah tidak ada lagi) tak perlu repot2 memikirkan kemacetan karena dijamin dalam tempo 10-20 menit akan sampai. sekarang? wah jangankan 20 menit, bisa lolos dari kemacetan di sekitar Istana Plaza saja sudah bersyukur.
Sabtu kemarin saya berkesempatan kembali ke Bandung untuk urusan bisnis papa saya. sekalian membantu beliau mengurus beberapa pesanan yang hendak dikirim ke rekan bisnisnya.. alangkah kagetnya saya karena belum ditinggal 6 bulan saja (terakhir ke Bandung akhir November) sudah tambah kacau Bandung. belum lagi kendaraan umum seperti angkot dan bis yang dengan seenak jidat berhenti di tengah jalan dan menaikkan menurunkan penumpang. ah Bandung tak hibahnya Jakarta di hari biasa. yang saya perhatikan, Hotel Hilton sudah beroperasi padahal waktu itu saya lihat masih bangunan konstruksi saja. factory outlet semakin banyak menjamur dan yang pasti membuat orang tergiur untuk mengunjungi dan membeli. semakin macet, sudah pasti, terlebih di sekitar Cihampelas. saya yang tidak menyetir saja rasanya ingin teriak sekencang mungkin. tapi saya maklum, mungkin karena kemarin malam minggu jadi banyak pasangan muda mudi yang ke Ciwalk sekedar menonton di Ciwalk XXI. Jalan Braga sudah lumayan rapi meskipun tambah kacau kalau diliat dari dekat. yang pasti saya masih tetap salut dengan kepribadian orang Bandung yang masih terlihat sopan santunnya dibandingkan Jakarta (red.banyak juga yang berubah namun belum separah Jakarta). saya akhirnya menginap di Savoy Homann, salah satu hotel bersejarah di Bandung yang letaknya persis di seberang Gedung Merdeka yang fenomenal itu. sebetulnya saya harus menggunakan poin di kartu Starwood saya di Sheraton Bandung namun karena letaknya yang jauh di Dago yang sudah pasti alamat macet kemana-mana bagi saya, maka papa saya memutuskan lebih baik di Savoy supaya lebih dekat dengan tempat tujuan bisnis papa.
Bandung oh Bandung....tidak cukup rasanya seharian untuk bercerita tentang kota kembang ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar